BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Gambaran
Umum Penyakit
Kanker Leher Rahim merupakan jenis kanker yang
paling banyak ditemukan pada wanita di Indonesia (diantara jenis kanker
lainnya) dan banyak menyebabkan kematian karena terlambat dideteksi dan
diobati. Frekuensi relatif di Indonesia adalah 27 % berdasarkan data patologik
atau 16 % berdasarkan data rumah sakit. Insiden puncak pada usia 40–50 tahun.
Dalam
serviks terdapat 2 jenis sel yaitu sel skuamos dan glandular atau sel
endoserviks. Pada kanker serviks, sel-sel bertindak secara tidak normal terus
membesar dan membentuk benjolan atau tumor. Biasanya sel-sel ganas tersebut
berasal dari squamo columnar juntion. Penyebab terbanyak dari kanker leher
rahim adalah 99 % dari HPV (human papilloma virus) yang disebarkan lewat
perilaku seks yang tidak sehat.
Ny.
J masuk rumah sakit dengan keluhan utama nyeri pada perut bagian bawah,
ada darah saat BAK. Masuk RSWS karena rujukan dokter prakter dengan diagnose
Ca. Cerviks std. II b, rencana kemoterapi.
A.
.
Data Dasar Pasien
1.
Identitas
Pasien
- N a
m a : Ny. J.
- U m u
r : 46
tahun
- Pekerjaan :
Guru SMP
- A g a m a :
Islam
- Alamat :
Sungguminasa
- Nomor Rekam Medik : 518593
- Tanggal Masuk : 17 November 2011
o
Diagnosa
Penyakit : Ca. Cerviks std. II b
- Ruang Perawatan : Lontara 4 Obgyn kamar 4
2. Data Subjektif
a. Keluhan Utama
nyeri pada perut bagian bawah,
ada darah saat BAK
b. Sosial Ekonomi dan Lingkungan
Seorang guru SMP, tinggal
bersama seorang suami dan 3 orang anaknya di
Sungguminasa.
c. Kebiasaan Makan
· Pola
makan 4 kali sehari
· Makanan
pokok yg dikonsumsi = nasi 3-4x/hr
· Lauk
hewani = telur/ikan3-4x/hr,
· Sayur
= 2x/hr, menghindari sayur daun-daun,
·
Buah = 2-4x per minggu
d. Riwayat
Penyakit Sekarang
Pasien mengalami Ca. Serviks std.II b dan akan
dikemoterapi
e. Riwayat Penyakit Dahulu
Sejak 1 bulan yang lalu pasien mengalami haid dalam
jangka waktu yang lama tidak seperti biasanya dan keluar bau yang menyengat,
kemudian pasien konsultasi ke dokter praktek, dan dirujuk ke RSWS. Tahun 2007
lalu pasien mengalami asam urat.
f. Riwayat
Penyakit Keluarga
Tidak
ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan pasien.
3. Data
Objektif
a.
Antropometri (31/10/11)
U =
46 tahun
BB =
63,1 kg
TB
=
150 cm
BBI = 50
kg
IMT = 28,04 kg/ m2 (BB
berlebih, Risiko Obes)
b. Pemeriksaan
Laboratorium
Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Jenis
Pemeriksaan
|
Hasil
|
Nilai
Normal
|
Interpretasi
|
WBC
HB
RBC
HCT
|
18,60 106/L
13,1 gr/dL
5,01 1012/L
36,5 %
|
4,7-11,3 106/L
13-16 gr/dL
4.10-5.50 1012/L
36.0-44.0 %
|
↑
N
N
N
|
Sumber : Data Sekunder Terolah, 2011
c. Pemeriksaan
Fisik Klinis
Tabel 2. Hasil
Pemeriksaan Fisik Klinis
Jenis Pemeriksaan
|
Hasil
|
Keadaan
Umum
BAK
BAB
Tensi
Nadi
Respirasi
Suhu
|
Baik
Lancar
Lancar
130/80
mmHg
80x/i
18x/i
36,7ºC
|
Sumber : Data Sekunder Terolah, 2011
d.
Riwayat Makan
Makanan yang dimakan sebelum intervensi:
Tabel
3. Daftar menu recall 24 jam sebelum
intervensi
Menu
|
Bahan Makanan
|
Jumlah URT
|
Jumlah Gram
|
Pagi 06.00 :
Nasi
Daging asam manis
Oseng buncis
|
Beras giling
Daging sapi
Saos tomat
Buncis
Minyak kelapa
|
1
½ gls
1
sdm
½
sdt
1
sdm
½
sdm
|
50
60
5
5
2.5
|
Jam 10.00
|
|||
Siang 12.00:
Nasi
Ikan bb.kuning
Baning bayam + labu siam
Buah
Panada
|
Beras giling
Ikan segar
Bayam
Jagung muda
Labu siam
Pisang ambon
Tepung terigu
Gula pasir
Mentega
Telur ayam
Minyak kelapa
Wortel
Labu siam
|
2
gls
½
ptg
1
sdm
1
sdm
1
sdm
1
bh
3
sdm
½
sdm
½
sdm
½
btr
½
sdm
1
sdm
1
sdm
|
70
60
5
5
5
100
20
5
5
15
5
5
5
|
Jam 16.00
Buras
|
Beras giling
Santan
|
1 ½ gls
2 sdm
|
50
10
|
Malam 19.00 :
Nasi
Sup kimlo
buah
|
Beras giling
Kol kembang
Wotel
Bihun
Pisang ambon
|
2
¼ gls
1
sdm
1
sdm
1
sdm
1
bh
|
80
10
10
5
100
|
Sumber : Data Primer Teolah, 2011
Asupan zat-zat Gizi seharí
sebelum intervensi
Tabel 4. Asupan
zat Gizi sebelum intervensi
Energi
|
Protein
|
Lemak
|
KH
|
|
Asupan
|
1563.5
|
45.715
|
27.87
|
280
|
Kebutuhan
|
1569
|
75
|
34.87
|
239
|
% Asupan
|
99.6361
|
60.95
|
79.91
|
117
|
Sumber : Data primer 2011
e.
Skrining Gizi
Tabel 5.
Skrining Gizi Terhadap Pasien
No
|
Indikator
|
Hasil
|
1
|
Perubahan BB
|
+
|
2
|
Pola Makan
|
+
|
3
|
Diet khusus
|
+
|
4
|
Nilai Laboratorium
|
+
|
Sumber : Data Sekunder Terolah, 2011



Post a Comment