Gizi.net - Fenomena kekurangan gizi yang dialami sebagian besar anak Indonesia, terutama yang hidup di bawah garis kemiskinan, dalam perkembangannya bisa menghasilkan generasi yang lemah, baik fisik maupun non fisik. Bahkan bisa diikuti lemahnya kepekaan hati nurani, yang akibatnya akan menjadi generasi "pecundang".
Realitasnya, dalam menghadapi setiap permasalahan yang timbul terutama menyangkut kehidupan, mereka tak jarang selalu disikapi dengan "otot" bukan dengan "otak". Akibatnya dalam menyampaikan aspirasi kerapkali menimbulkan anarkis.
Sinyalemen tersebut diungkapkan Ketua Umum DPP Forum Koalisi Rakyat Bersatu (DPP FKRB), Mayjen TNI (Purn) Achdari SIp pada pencanangan program Pengembangan Wawasan Kebangsaan melalui kegiatan "Sehat, Cerdas, dan Berbudi Pekerti", di Jakarta, Sabtu (11/2). Dikatakan, dampak kekurangan gizi pada anak-anak, di samping bisa berakibat kurang cerdas dalam berpikir, juga bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan diri.
Akibatnya ke depan, bangsa ini tidak dapat bersaing dengan bangsa lain, terutama di bidang teknologi. "Untuk mengantisipasi hal tersebut, sudah saatnya pemerintah bersama-sama seluruh komponen bangsa ikut memperhatikan gizi anak-anak, terutama mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan," ujarnya.
Menurut Achdari, pencanangan program pengembangan wawasan kebangsaan melalui kegiatan "Sehat, Cerdas, dan Berbudi Pekerti", yakni dengan menggalakkan minum susu dan gemar makan bubur kacang hijau telah dilakukan di tujuh kabupaten di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta selama tahun 2005. Namun untuk di Jakarta baru pertama kali dilakukan, tepatnya di SD Negeri Pondok Labu 16 Pagi, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan ini DPP Forum Koalisi Rakyat Bersatu memberikan bantuan susu dan kacang hijau selama satu tahun kepada 381 siswa/siswi SDN Pondok Labu 16 Pagi. Pengelolaannya diserahkan kepada sekolah, dan akan mendapatkan pengawasan dari pihak DPP FKRB, aparat kecamatan Cilandak, dan Kelurahan Pondok Labu.
Terbaru
Kasus terbaru yang dilansir media ini, ada dua pasien penderita gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, yakni Benah (1,5) tahun warga Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam dan Sri Mulyani (12) warga Cikotok,Kecamatan Cibeber, yang meninggal akibat gizi buruk (Pembaruan, 10/2. Kedua pasien itu kondisinya sangat memprihatinkan, selain berat badannya terus menurun drastis, juga menderita penyakit penyerta lainnya, yaitu tuberculosis paru.
Dalam catatan Pembaruan, sejak Januari sampai November 2005 lalu, jumlah penderita gizi buruk di seluruh Indonesia yang terpantau mencapai 71.815 orang balita. Dari jumlah itu, 232 orang di antaranya meninggal dunia.
Sumber: http://www.suarapembaruan.com
Realitasnya, dalam menghadapi setiap permasalahan yang timbul terutama menyangkut kehidupan, mereka tak jarang selalu disikapi dengan "otot" bukan dengan "otak". Akibatnya dalam menyampaikan aspirasi kerapkali menimbulkan anarkis.
Sinyalemen tersebut diungkapkan Ketua Umum DPP Forum Koalisi Rakyat Bersatu (DPP FKRB), Mayjen TNI (Purn) Achdari SIp pada pencanangan program Pengembangan Wawasan Kebangsaan melalui kegiatan "Sehat, Cerdas, dan Berbudi Pekerti", di Jakarta, Sabtu (11/2). Dikatakan, dampak kekurangan gizi pada anak-anak, di samping bisa berakibat kurang cerdas dalam berpikir, juga bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan diri.
Akibatnya ke depan, bangsa ini tidak dapat bersaing dengan bangsa lain, terutama di bidang teknologi. "Untuk mengantisipasi hal tersebut, sudah saatnya pemerintah bersama-sama seluruh komponen bangsa ikut memperhatikan gizi anak-anak, terutama mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan," ujarnya.
Menurut Achdari, pencanangan program pengembangan wawasan kebangsaan melalui kegiatan "Sehat, Cerdas, dan Berbudi Pekerti", yakni dengan menggalakkan minum susu dan gemar makan bubur kacang hijau telah dilakukan di tujuh kabupaten di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta selama tahun 2005. Namun untuk di Jakarta baru pertama kali dilakukan, tepatnya di SD Negeri Pondok Labu 16 Pagi, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan ini DPP Forum Koalisi Rakyat Bersatu memberikan bantuan susu dan kacang hijau selama satu tahun kepada 381 siswa/siswi SDN Pondok Labu 16 Pagi. Pengelolaannya diserahkan kepada sekolah, dan akan mendapatkan pengawasan dari pihak DPP FKRB, aparat kecamatan Cilandak, dan Kelurahan Pondok Labu.
Terbaru
Kasus terbaru yang dilansir media ini, ada dua pasien penderita gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, yakni Benah (1,5) tahun warga Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam dan Sri Mulyani (12) warga Cikotok,Kecamatan Cibeber, yang meninggal akibat gizi buruk (Pembaruan, 10/2. Kedua pasien itu kondisinya sangat memprihatinkan, selain berat badannya terus menurun drastis, juga menderita penyakit penyerta lainnya, yaitu tuberculosis paru.
Dalam catatan Pembaruan, sejak Januari sampai November 2005 lalu, jumlah penderita gizi buruk di seluruh Indonesia yang terpantau mencapai 71.815 orang balita. Dari jumlah itu, 232 orang di antaranya meninggal dunia.
Sumber: http://www.suarapembaruan.com



Post a Comment