Aisyah Haderus

Tugas Individu
Perencanan Implementasi Evaluasi Program GIZI


I.                  RUMUSAN MASALAH
      Gender adalah seperangkat sikap, peran,tanggung jawab, fungsi, hal dan perilaku yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat manusia itu tumbuh dan dibesarkan. Sebagai contoh: laki-laki digambarkan sebagai manusia yang kuat, perkasa, berani, rasional dan tegar. Sebaliknya perempuan digambarkan sebagai figure yang lemah, pemalu, penakut, emosional, rapuh dan lembut gemulai. Artinya perbedaan sifat, sikap dan perilaku yang dianggap khas pada perempuan dan khas pada laki-laki atau lebih populer dikenal dengan istilah feminitas dan maskulinitas. Sehingga secara singkat gender adalah suatu konsep yang mengacu pada peran-peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan sebagai hasil konstruksi sosial yang dapat diubah sesuai dengan perubahan zaman.
      Berdasarkan pemahaman tersebut, zaman sekarang tidak sedikit yang menerapkan konsep kesetaraan gender tersebut, dimana banyak perempuan dan laki-laki memiliki tanggung jawab yang sama besar, bahkan leih parah karena pemahaman setara tersebut dan tidak mau dibeda-bedakan, banyak kaum perempuan bekerja di kantoran, di pertukangan, bahkan di jalanan menggantikan suaminya, padahal sebenarnya dengan kelebihan hormon kasih sayangnya, kaum perempuan sebaiknya lebih banyak mengurus anaknya di rumah. Kerja di kantoran bagi kaum perempuan tidak dilarang namun urusan anak apalagi kesehatannya menjadi tanggung jawab utama ibu yang melahirkannya.
      Karena keinginan persamaan gender tersebut, banyak kaum perempuan yang menyebut diri mereka wanita karir kurang memperhatikan keluarganya khususnya anaknya sehingga tidak sedikit anak di bawah usia 5 tahun yang mengalami kekurangan gizi. Yang apabila kelamaan status gizinya menurun, menyebabkan anak tersebut mudah terkena penyakit sebagai akibat melemahnya kemampuan tubuh dalam melawan berbagai bibit penyakit. Anak akan jatuh sakit dst.

II.               IDENTIFIKASI PENYEBAB
-         PENYEBAB LANGSUNG
Kurangnya perhatian ibu mengakibatkan pola makan anak tidak normal serta makanan anak tidak seimbang. Padahal usia anak merupakan usia yang memerlukan makanan yang seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Apabila berlangsung lama pola makan yang tidak seimbang ini dapat menyebabkan sistem imun anak menurun dan anak mudah terserang penyakit. Dan tidak jarang keadaan sakit anak dapat menyebabkan nafsu makan anak menurun, dan itu tidak bagus untuk tumbuh kembang anak.

-         PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
Pola asuh anak yang tidak memadai jelas terlihat dalam kasus ini, ibu yang sibuk bekerja, mencari nafka tidak fokus dalam mengasuh anaknya. Bukannya kaum ayah tidak becus dalam merawat anak, tetapi secara kodrati ibu memiliki kepekaan secara langsung terhadap anak yang telah dikandung dalam tubuhnya, sehingga untuk urusan kasih sayang, ibu akan lebih mengerti daripada ayah.

III.           DAMPAK
Apablila pemahaman fanatik terhadap kesetaraan gender diterapkan dimana-mana akan memberikan dampak kekurangan gizi dimana-mana, apalagi untuk usia 5 tahun kebawah. Lebih besarnya dampak yang akan ditimbulkan dengan pola asuh yang tidak memadai untuk anak, anak akan menjadi rusak, padahal anak merupakan aset utama pembangunan bangsa ini. dengan demikian rusaknya bangsa ini bisa saja terjadi

IV.           PENYELESAIAN
Tidak ada peraturan yang menetapkan bahwa kursi di kantoran atau pencarian uang tidak boleh dipegang oleh kaum perempuan. Perempuan tentu boleh bekerja di kantoran tetapi sebagai perempuan tetap harus memperhatikan kodratnya sebagai ibu, dimana ibu harus menyayangi anak yang dilahirkannya, merawat, memberikan makan yang cukup dan seimbang dari hasil pencarian nafka suaminya. Namun hal ini tidak sepenuhnya salah kaum perempuan, tatapi kaum pria juga harus menyadari, membatasi gerak istrinya di luar kehidupan rumah tangga. Dan untuk mengurangi tingkat kurang gizi pada anak, sebaiknya peringatan/edukasi terhadap kaum ibu maupun calon ibu harus diberikan.

Labels: | edit post
0 Responses

Post a Comment